4 Budaya Jakarta Untuk Diperkenalkan Kepada Anak

Budaya Jakarta
Budaya Jakarta

Budaya Jakarta – Penting agar anak-anak dapat mencintai bangsa dan negaranya sejak dini. Belajar tentang budaya bisa sangat mengasyikkan dan menyenangkan. Selain itu, banyak budaya Indonesia yang unik dan menarik.

Mengenalkan anak pada budaya perlu dilakukan sejak dini, ibu-ibu. Jika mereka tidak diperkenalkan, akan sulit bagi mereka untuk mencintai bangsa dan negaranya. Anda bisa belajar banyak dari gaya tarian, pakaian tradisional, kesenian, tradisi dan masih banyak lagi.

Budaya yang diajarkan tidak harus budaya yang jauh. Ibu bisa memulainya dari budaya yang berasal dari kota tempat Anda tinggal, misalnya Jakarta.

Budaya Jakarta untuk diperkenalkan kepada anak-anak

Budaya Jakarta apa yang bisa Anda perkenalkan kepada anak-anak Anda? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Tradisi Pencak Silat

Budaya Jakarta

Jika anak Anda tidak menyukai budaya umum seperti tarian atau pakaian tradisional, maka Anda dapat mencoba budaya unik seperti Pencak Silat. Pencak Silat dikenal sebagai seni bela diri khas Jakarta yang sangat cocok untuk bela diri anak-anak.

Budaya Jakarta ini memiliki banyak aliran yang berbeda di setiap perguruan tinggi. Tapi jangan khawatir, meski banyak, ibu-ibu dari usia 4 tahun sudah bisa mulai mengenalkan seni bela diri ini kepada anak-anak.

Tradisi ini sangat bagus untuk anak-anak untuk melindungi diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. Ini juga salah satu cara melestarikan budaya Jakarta.

2. Lenong

Budaya Jakarta

Lenong merupakan budaya khas Betawi berupa lantunan gambang kromong yang diiringi candaan tanpa alur. Hingga saat ini, budaya Lenong masih berkembang dan menjadi ciri lelucon dari sejumlah cerita yang tidak terkait.

Pegelaran Lenong ditata menggunakan panggung dengan beberapa jenis dekorasi pendukung. Sebagai informasi, pertunjukan Lenong dibagi menjadi tiga bagian. Lagu berirama pembuka cepat dimainkan untuk mengundang penonton, dan lagu hiburan juga dimainkan untuk penonton.

Pada awal perkembangannya, lenong memainkan cerita tentang kerajaan dan kemudian cerita dari kehidupan sehari-hari.

3. Ondel-Ondel

Budaya Jakarta

Ondel-ondel adalah patung besar yang dijadikan ikon kota Jakarta. Ondel-ondel ini biasanya tampil berpasangan, ada laki-laki dan perempuan.

Untuk membedakannya, pria memakai topeng merah dengan kumis dan cambang dan pakaian gelap. Kemudian para wanita memakai topeng putih dengan lipstik merah dan pakaian berwarna terang. Namun keduanya dihiasi dengan Kembang Kelapa, hiasan kepala khas Melayu.

Ondel Ondel ini dibuat dengan rangka bambu sehingga orang bisa memakainya dari dalam. Ondel-ondel mungkin menakutkan bagi anak-anak, tetapi mereka sering menjadi pemimpin arak-arakan.

4. Tanjidor

Budaya Jakarta

Salah nama, budaya Jakarta memang terkenal. Dulu, Tanjidor adalah musik Betawi yang dimainkan oleh orang-orang yang ingin menampilkan bubur jagung Belanda.

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah Karawang dan Bekasi, mereka mengembangkan kesenian Betawi berupa orkes dan dikenal dengan nama Tanjidor

Alat musik yang dimainkan dalam Tanjidor terdiri dari klarinet, piston, trombon, saksofon, kendang, simbal dan kendang. Band ini biasanya terdiri dari 7-10 orang.

Di masa lalu, tanjidor terutama dimainkan di rumah seiring perkembangan musik, tetapi seiring waktu, tanjidor terutama dimainkan sebagai pertunjukan untuk memamerkan pengantin baru dan untuk menyambut pejabat.

Itulah beberapa budaya Jakarta yang bisa dikenalkan oleh para ibu kepada anak-anaknya. Semuanya sangat kental dengan budaya Betawi dan mudah dipelajari.

Demikian ulasan menarik lfatb.com mengenai budaya Jakarta untuk diperkenalkan kepada anak, semoga menjadi informasi yang bermanfaat untuk Anda. / Aha

Baca Juga: 6 Masakan Betawi Langka dan Terancam Punah

You may also like...